KEBAKARAN di hutan Kec Rejoso Kab Nganjuk kian meluas. Kebakaran kembali terjadi siang kemarin di petak 55 RPH Bendo Sewu.
Hingga kemarin, kebakaran yang berlangsung seminggu lebih itu,telah melahap 65 hektare hutan jati di kaki Gunung Pandan tersebut. Kebakaran ke sekian kalinya terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu,petugas penjaga hutan mengetahui ada asap yang mengepul.
Seketika itu, penjaga hutan mengerahkan masyarakat sekitar yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Sekitar 40 personel dari LMDH dan petugas Perhutani KPH Nganjuk berupaya menghentikan kobaran api yang melahap tumbuhan perdu dan daun jati.Kebakaran ini tak berlangsung lama karena petugas dan warga berhasil memadamkan api,meski hanya dengan menggunakan dahandahan basah.
Kepala Perhutani Nganjuk Oscar Maukar mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya memperkirakan sedikitnya 65 hektare hutan jati yang terbakar dalam musim kemarau tahun ini. Dari kebakaran yang terjadi di sebelas titik ini,ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp8,8 juta.
“Hitungan ini berdasarkan luas lahan kebakaran yang mencapai 65 hektare. Sedangkan asumsi kita, per hektare tanaman jati yang berusia kurang dari lima tahun,kerugiannya mencapaiRp200.000,” papar Oscar yang turut meninjau langsung lokasi kebakaran,kemarin.
Menurutnya,sejauh ini ia dan petugas lainnya memang belum pernah mendapat bantuan dari petugas pemadam kebakaran. “Kami memang hanya mengandalkan petugas Perhutani dan masyarakat sekitar yang menjadi mitra Perhutani.Sedikitnya ada 31 LMDH yang menjadi mitra kami dan membantu dalam pemadaman kebakaran-kebakaran kecil,”katanya.
Ditanya soal penyebab kebakaran akhir-akhir ini,ia tak berani memastikan.“Ada sebelas titik kebakaran. Dan kemungkinan penyebabnya juga berbeda- beda. Begitu juga dengan ulah oknum yang tak bertanggung jawab yang sengaja menaruh puntung rokok menyala yang diberi korek api. Kerap kali inilah penyebabnya,”ujarnya. (tritus julan)
sumber : www.seputar-indonesia.com
Read More..
07 September 2007
Label: Sekolah
MTA Perwakilan Nganjuk Diresmikan
Nganjuk, 8 Juli 2007Satu lagi perwakilan MTA di Jawa Timur kini telah bertambah setelah hari Ahad tanggal 8 Juli 2007 bertempat dilapangan desa Jatirejo Kabupaten Ngajuk dilaksanakan pengajian umum sekaligus peresmian MTA Perwakilan Nganjuk.
Acara pengajian umum tersebut dihadiri kurang lebih 10.000 pengunjung yang terdiri warga MTA dari berbagai perwakilan atau cabang di Jawa timur dan Jawa Tengah serta para pengunjung dari masyarakat Nganjuk dan sekitarnya.
Pengukuhan pengurus MTA Perwakilan Nganjuk ditandai dengan dilantiknya pengurus oleh Al-ustadz Drs. Ahmad Sukina yang terdiri atas :
Ketua : Suwardi
Wakil Ketua : Mayor Inf (Purn) Sarmin
Sekretaris I : Sujito
Sekretaris II : Wisono
Bendahara : Supriyadi
Pembantu Umum : Sutomo
Sedangkan Lokasi Pengajian MTA perwakilan Nganjuk bertempat di kediaman ketua yaitu di perumahan Jatirejo Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.
Dalam arahannya sesaat setelah melantik pengurus MTA Perwakilan Nganjuk beliau Al-ustadz mengatakan antara lain bahwa, MTA didirikan dengan tujuan utamanya mengajak ummat Islam kembali kepada sumber ajaran Islam yang sebenarnya, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, Aku telah meninggalkan padamu semua dua perkara, yang kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya (Al-Hadits). [HR. Maalik]
MTA adalah lembaga dakwah, menyeru manusia kepada yang paling baik, yakni firman Allah. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslimin)”. [QS. Fushshilat : 33]
Oleh karena itu MTA bukan partai politik dan tidak akan menjadi partai politik, bukan suatu golongan dan tidak akan menjadi suatu golongan tersendiri dari ummat Islam. Seluruh ummat Islam digolongan dan partai manapun adalah saudara kami, dan kami berharap saudara-saudara kami yang aktif digolongan dan partai manapun hendaklah selalu menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai way of life, dan selalu menyuarakan Islam kepada manusia, menjalin ukhuwah Islamiyah dan rasa musawah sesama muslim, tanpa merasa lebih antara satu dengan yang lain. Kepada saudara-saudara kami yang non muslim, kita bisa berdampingan, saling hormat-menghormati, tidak saling mencela dengan berbuat baik serta berlaku adil, selama mereka tidak memusuhi kita karena agama.
Sementara itu Dr.dr. Zaenal Arifin Adnan SpPd, dalam tausyiahnya sekaligus menutup acara pengajian umum ini mengatakan “Kalau MTA dikatakan sebagai aliran sesat, semoga tersesat ke jalan yang lurus”. Itulah ungkapan beliau untuk menangkis banyaknya tudingan MTA sebagai aliran sesat.
Hal ini wajar saja diungkapkan oleh sebagian masyarakat yang belum paham dengan MTA, karena warga MTA itu apa yang didapat dari Alqur’an dan As-sunnah dari hasil ngaji langsung diamalkan, sehingga amalannya kadangkala akan berbeda dengan sebelumnya dan juga berbeda dengan sebagaimana umumnya.
Sementara itu dalam menanggapi kesungguhan warga MTA dalam kegiatan ngaji beliau sampaikan bahwa kepentingan ngaji tidak bisa ditandingi dengan kegiatan apapun. Sampai-sampai beliau katakan, “Warga MTA ora bisa Jagong merga ngaji, nek liyane MTA ora bisa ngaji merga jagong”.
Semoga dengan bertambahnya perwakilan MTA di berbagai wilayah akan semakin memperluas penyebaran Al-quran dan As-sunnah, sehingga semakin banyak orang-orang yang kembali kepada Al-quran dan As-sunnah. (Tik/Mdn).
Read More..
Label: BERITA TERHANGAT
Jumlah Penderita HIV/AIDS Di Nganjuk Terus Meningkat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terus meningkat. Berdasarkan catatan di Dinas Kesehatan setempat, memasuki bulan Januari hingga Agustus 2007, tercatat 11 orang penderita. Sehingga jumlah seluruh penderita sejak tahun 2001 sebanyak 21 orang.
"Dari 21 korban tersebut, 8 orang meninggaldunia, 8 orang menjalani perawatan intensif dan 5 orang pindah domisili dari Nganjuk ke luar kota," kata dr Agus Pribadi, Kepala Sub Dinas Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Senin (3/9).
Menurut dr Agus, pihaknya bia mendeteksi para korban penyakit mematikan itu melalui klinik voluntary counseling and testing (VCT) yang dipusatkan di Puskesmas Bagor, Kabupaten Nganjuk. Dari hasil pemeriksaan, para penderita mayoritas berasal dari kalangan wanita tuna susila (WTS).
"Para penderita kini menjalani parawatan intensif. Kami berharap para penderita ikhlas mendatangi klinik untuk memantau perkembangan kesehatannya. Yang paling prinsip dalam proses pengobatan adalah kesadaran dan dukungan masyarakat," kata dr Agus.
Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan uji klinis kepada masysrakat umum, khususnya yang beresiko tinggi terkena virus HIV/AIDS, seperti WTS atau waria.DWIDJO U. MAKSUM
sumber:tempointeraktif dot com
Read More..
"Dari 21 korban tersebut, 8 orang meninggaldunia, 8 orang menjalani perawatan intensif dan 5 orang pindah domisili dari Nganjuk ke luar kota," kata dr Agus Pribadi, Kepala Sub Dinas Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Senin (3/9).
Menurut dr Agus, pihaknya bia mendeteksi para korban penyakit mematikan itu melalui klinik voluntary counseling and testing (VCT) yang dipusatkan di Puskesmas Bagor, Kabupaten Nganjuk. Dari hasil pemeriksaan, para penderita mayoritas berasal dari kalangan wanita tuna susila (WTS).
"Para penderita kini menjalani parawatan intensif. Kami berharap para penderita ikhlas mendatangi klinik untuk memantau perkembangan kesehatannya. Yang paling prinsip dalam proses pengobatan adalah kesadaran dan dukungan masyarakat," kata dr Agus.
Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan uji klinis kepada masysrakat umum, khususnya yang beresiko tinggi terkena virus HIV/AIDS, seperti WTS atau waria.DWIDJO U. MAKSUM
sumber:tempointeraktif dot com
Read More..
Jumlah Penderita HIV/AIDS Di Nganjuk Terus Meningkat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terus meningkat. Berdasarkan catatan di Dinas Kesehatan setempat, memasuki bulan Januari hingga Agustus 2007, tercatat 11 orang penderita. Sehingga jumlah seluruh penderita sejak tahun 2001 sebanyak 21 orang.
"Dari 21 korban tersebut, 8 orang meninggaldunia, 8 orang menjalani perawatan intensif dan 5 orang pindah domisili dari Nganjuk ke luar kota," kata dr Agus Pribadi, Kepala Sub Dinas Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Senin (3/9).
Menurut dr Agus, pihaknya bia mendeteksi para korban penyakit mematikan itu melalui klinik voluntary counseling and testing (VCT) yang dipusatkan di Puskesmas Bagor, Kabupaten Nganjuk. Dari hasil pemeriksaan, para penderita mayoritas berasal dari kalangan wanita tuna susila (WTS).
"Para penderita kini menjalani parawatan intensif. Kami berharap para penderita ikhlas mendatangi klinik untuk memantau perkembangan kesehatannya. Yang paling prinsip dalam proses pengobatan adalah kesadaran dan dukungan masyarakat," kata dr Agus.
Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan uji klinis kepada masysrakat umum, khususnya yang beresiko tinggi terkena virus HIV/AIDS, seperti WTS atau waria.DWIDJO U. MAKSUM
sumber:tempointeraktif dot com
Read More..
"Dari 21 korban tersebut, 8 orang meninggaldunia, 8 orang menjalani perawatan intensif dan 5 orang pindah domisili dari Nganjuk ke luar kota," kata dr Agus Pribadi, Kepala Sub Dinas Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Senin (3/9).
Menurut dr Agus, pihaknya bia mendeteksi para korban penyakit mematikan itu melalui klinik voluntary counseling and testing (VCT) yang dipusatkan di Puskesmas Bagor, Kabupaten Nganjuk. Dari hasil pemeriksaan, para penderita mayoritas berasal dari kalangan wanita tuna susila (WTS).
"Para penderita kini menjalani parawatan intensif. Kami berharap para penderita ikhlas mendatangi klinik untuk memantau perkembangan kesehatannya. Yang paling prinsip dalam proses pengobatan adalah kesadaran dan dukungan masyarakat," kata dr Agus.
Menurutnya, pihaknya akan terus melakukan uji klinis kepada masysrakat umum, khususnya yang beresiko tinggi terkena virus HIV/AIDS, seperti WTS atau waria.DWIDJO U. MAKSUM
sumber:tempointeraktif dot com
Read More..
Langgan:
Entri (Atom)


