Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Ini dia alasan suami mengizinkan istri bekerja di luar rumah

0
 suami mengizinkan istri bekerja di luar rumah
Banyaknya argumen dan persepsi negatif terhadap ibu bekerja di luar rumah, terkadang menjadi tekanan tersendiri bagi mereka yang memilih bekerja. Tentu saja hal ini dikarenakan penilaian-penilaian miring yang menyatakan, bahwa ibu bekerja lebih mengutamakan pekerjaan di kantor daripada menghabiskan waktu di rumah untuk melihat perkembangan anak.
Inilah yang terkadang menjadi hal yang selalu diributkan. Padahal keputusan para wanita bekerja di luar rumah, tentu saja atas persetujuan dari suami dan anak mereka. Lantas apa saja alasan para suami mengizinkan istrinya bekerja?
"Bagi saya tidak ada larangan untuk istri, untuk bekerja di luar atau di dalam rumah. Yang terpenting bagi saya, seorang suami atau laki-laki dewasa wajib dan harus untuk mencukupi kebutuhan dalam rumah tangganya, baik itu sandang, pangan, papan dan kebutuhan lainnya" (Tommy)
Berbeda dengan Alfan, yang memilih berwiraswasta di rumah. Membuka rumah makan kecil-kecilan. Ia pun mengizinkan istrinya bekera, karena pekerjaan yang dilakukan adalah bersama-sama mengurus usaha mereka. Alfan bagian masak, dan istrinya bagian kasir.
Lain halnya dengan Arif, yang memiliki istri seorang dokter. Tidak ada larangan baginya untuk mengizinkan istri tidak bekerja. Meski harus mengorbankan waktu, tenaga, dan pengorbanan lainnya. Baginya itu adalah impian istrinya, dan ia sangat mendukung apapun yang menjadi cita-cita istrinya.
Sependapat dengan Arif, Mahadir yang baru saja menikah juga mempunya alasan tersendiri kenapa mengizinkan istrinya tetap bekerja. Menurutnya "Zaman sekarang, semuanya sekolah tinggi, yang menyekolahkan orangtua. Semua punya cita-cita, jadi jangan sampai hanya karena menikah, itu menjadi penghalang untuk meraih mimpi. Yang penting tetap sinergi, bagi tugas, kerja sama dan selalu sharing dengan suami. Bekerja bukan hanya sekedar tentang uang, melainkan untuk pencapaian hidup sebagai manusia seutuhnya.
Hal ini juga diamini oleh Faradays, yang berpendapat bahwa "Untuk profesi tertentu, seperti dokter, perawat, guru, dan profesi lainnya yang sekiranya memang pas dilakukan seorang perempuan maka seorang perempuan atau ibu bekerja tidak menjadi masalah. Karena hal ini juga akan membuat kita merasa nyaman, jika istri dan anak kita dirawat dengan sesama jenis."
Jadi, masih memandang sebelah mata para ibu bekerja? Jika para suami saja sudah memberikan alasan, kenapa mereka mengizinkan istrinya bekerja. Yah, itu karena mereka ingin istrinya juga bermanfaat buat orang lain.
Buat kita para istri, yuk mari jaga amanah dan kepercayaan dari suami kita. Agar kita terhindar dari fitnah selama berada di tempat kerja.


sumber http://keluarga.com

14 Sifat yang Menyebabkan Cinta Pasangan Memudar

0
14 Sifat yang Menyebabkan Cinta Pasangan Memudar
Mempertahankan rasa cinta yang sudah ada tidaklah semudah ketika pertama kali mengucapkannya, itu mengapa banyak pasangan yang telah menjalin cinta setelah sekian lama, tiba-tiba memutuskan untuk berpisah di tengah jalan.
Banyak pujangga cinta mengambarkan cinta sebagai sesuatu yang abstrak, sesuatu yang tak nampak tetapi dapat dirasakan, sesuatu yang dapat menyembuhkan tetapi sekaligus dapat melukai.
Kehidupan percintaan seseorang layaknya sebuah roda yang sedang berputar, kadang berada di atas namun suatu saat bisa berada di bawah. Kini, bagi Anda yang sedang dibuai oleh gairah cinta kepada pasangan Anda, mari bersama-sama mengenali beberapa penyebab mengapa gairah cinta seseorang bisa memudar, supaya Anda bersama pasangan bisa menghindarinya, sehingga cinta Anda terhadap pasangan bisa selalu terjaga sampai kapan pun.

Hindarilah memiliki sifat-sifat berikut ini

1. Angkuh

Angkuh = selalu memandang rendah orang lain. Ketahuilah bahwa sikap demikian sangat melukai perasaan pasangan Anda. Sikap angkuh yang tetap dipelihara lama kelamaan akan membuat pasangan Anda tidak menghargai Anda lagi, dan bila pasangan sudah tidak menghargai Anda, itu tandanya dia mulai kehilangan rasa cintanya kepada Anda.

2. Arogan

Arogan = Merasa diri sendiri paling benar, paling hebat, atau paling berkuasa. Ketahuilah bahwa pasangan Anda mengharapkan rekan yang dapat diajak untuk bekerja sama. Oleh karena itu, bila saat ini Anda masih mengharapkan kehadiran rekan Anda selalu ada di sisi Anda, buang jauh-jauh sikap seperti ini.

3. Otoriter

Otoriter = Sewenang-wenang. Tidak hanya pasangan, tapi semua orang tanpa kecuali, sangat membenci orang yang memiliki sikap demikian. Sikap otoriter akan membuat orang lain merasa tertindas, sehingga sikap demikian tidak akan pernah membuat hubungan berjalan mulus dan harmonis.

4. Ringan tangan

Ringan tangan = yang dimaksudkan di sini bukan suka menolong, melainkan suka memukul. Pasangan yang ringan tangan sangat berbahaya, telah banyak pasangan menderita secara fisik karena rekannya memiliki sikap seperti ini. Setiap orang mengharapkan diperlakukan secara lembut oleh pasangannya, namun bila ada di antara Anda yang tidak bisa menghentikan kebiasaan ini, maka bersiap-siaplah untuk ditinggalkan oleh pasangan Anda.

5. Pemalas

Sebagai satu tim, ibarat dua ekor lembu penarik pedati, bila salah satunya malas, maka hal tersebut akan sangat membebani rekannya. Oleh karena itu, hindarilah sikap pemalas, selalulah bersemangat dalam menjalani setiap aktivitas dalam kehidupan sehari-hari Anda, sehingga pasangan Anda bisa merasakan kekaguman terhadap kerja keras serta pengorbanan Anda.

6. Jorok

Pastinya akan sangat menyiksa sekali bila memiliki pasangan yang jorok. Hargailah diri Anda dan pasangan dengan selalu menjaga kebersihan, terutama tubuh Anda. Orang lain, terutama pasangan Anda, akan menilai, bila seseorang bisa menghargai dirinya sendiri, maka dia pasti juga dapat menghargai orang lain.

7. Tidak setia

Dalam sebuah hubungan kesetiaan adalah harga mati, karena tidak ada seorang pun yang waras bersedia dengan senang hati dikhianati oleh pasangannya. Oleh karena itu, selalulah bersikap setia terhadap pasangan Anda, dan tunjukkan ketulusan Anda, karena itu yang akan mengikat cinta Anda berdua.

8. Posesif

Sikap posesif sering kali ditunjukkan dengan cara membatasi ruang gerak pasangan, mencintai pasangan terlalu berlebihan - sehingga memiliki perasaan takut kehilangan, mudah cemburu, selalu berpikir negatif bila pasangan dekat dengan lawan jenisnya, dan selalu ingin tahu setiap saat kegiatan pasangan. Oleh karena itu, supaya pasangan Anda tidak merasa terkekang, sedapat mungkin hindari sikap demikian.

9. Tidak bertanggung jawab

Karena Anda bukan anak kecil lagi, maka sebagai orang dewasa memiliki rasa tanggung jawab adalah wajib hukumnya, dan tanggung jawab Anda adalah bukti nyata keseriusan Anda terhadap pasangan.

10. Egois

Setiap orang sangat membenci mereka yang egois, karena sikap egois cenderung mementingkan dirinya sendiri dan tidak memiliki keinginan untuk bekerja sama dengan orang lain. Oleh karena itu, sikap demikian hendaknya bisa dikalahkan dengan semakin bertambah dewasanya seseorang dalam hal berpikir serta bertindak.

11. Tidak konsisten

Sangat mengesalkan sekali bila memiliki seorang sahabat atau bahkan pasangan yang tidak memiliki pendirian, cenderung plin-plan serta tidak konsisten. Oleh karena itu, berusahalah dengan sebaik mungkin untuk selalu konsisten dalam setiap hal.

12. Tidak tegas

Sebagai seorang pria memiliki ketegasan adalah kewajiban, karena umumnya wanita sangat mendambakan pasangannya memiliki rasa percaya diri yang baik dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itu, ketidaktegasan pria dapat membuat hati seorang wanita menjadi ragu, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi rasa cintanya kepada pasangan.

13. Kaku

Kecenderungan sikap kaku sering ditunjukkan melalui beberapa hal seperti: tidak bisa bergaul dengan orang lain, tidak bisa bercanda, terlalu serius, kikuk, mudah tersinggung, dan sebagainya. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang luwes dan bersahabat, sehingga orang lain, termasuk pasangan Anda, bisa selalu merasa nyaman ketika berada di dekat Anda.

14. Emosional

Seseorang yang temperamen dan mudah emosi itu sangat mengerikan, kebanyakan pasangan akan segera menjauh dan hilang simpatinya, bila mendapati pasangannya memiliki sikap atau karakter demikian.
Setiap orang pasti memiliki salah satu dan bahkan mungkin sifat-sifat lain yang belum sempat disebutkan di atas. Namun, bila setiap orang betul-betul mencintai pasangannya dengan tulus, maka tidak ada kata mustahil untuk bisa mengubah sifat-sifat tersebut.

sumber :http://keluarga.com

Segera Move On, Tinggalkan Kenangan terhadap Mantan

0
“Kami menikah sudah lima tahun. Tapi istri saya masih terus terobsesi oleh mantan pacarnya dulu. Sampai sekarang masih berkomunikasi melalui fesbuk dan sering chat melalui WhatsApp,” keluh seorang suami.
“Setiap saya ingatkan, ia selalu mengatakan itu hanya silaturahmi biasa. Tidak ada hubungan khusus lagi. Terus terang saya tidak percaya, karena intensitas komunikasi mereka berdua melalui gadget semakin meningkat. Saya khawatir hubungan itu akan membuat istri saya tambah lengket dengan mantannya yang juga sudah punya istri,” lanjutnya.
Demikianlah, dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak dijumpai lelaki atau perempuan yang sudah menikah, masih terus ingat kepada sang mantan. Dengan berbagai alasan, mereka masih menjalin interaksi dan komunikasi, baik secara langsung maupun melalui teknologi komunikasi. Mereka masih menjalin hubungan intens dan tentu saja hal ini sangat mengganggu perasaan pasangan.
Dalam beberapa kasus tertentu bahkan kondisinya lebih parah. Seseorang memutuskan menikah agar bisa segera move on. Menikah sebagai pelarian dari rasa sedih diputus sang kekasih. Karena motivasi menikah hanya untuk mengobati sakit hati terhadap mantan, maka ketika pernikahan dengan pasangan tidak segera mendapatkan kebahagiaan, muncullah berbagai kekecewaan. Ia menikah secara fisik dengan pasangan, namun hatinya masih tertambat kepada sang mantan.
Penyebab Selalu Ingat Mantan
Banyak orang yang terjerat oleh masa lalu, dan tidak bisa segera move on. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa faktor pemicu sebagai berikut:
1. Masih menyimpan rasa penasaran
Ketika putus dengan pacar, kadang menyisakan banyak pertanyaan yang tak terjawab sampai seseorang menikah. Hal ini membuat rasa penasaran, apalagi kalau peristiwanya diputus tanpa penjelasan dan hanya ditinggalkan begitu saja. Sangat banyak hal ingin diketahui, mengapa ia demikian tega memutus hubungan yang sudah sangat lama dijalin. Muncul rasa penasaran ingin mendapatkan berbagai jawaban. Inilah yang membuat selalu teringat mantan, karena masih menyimpan rasa penasaran.
Kadang rasa penasaran muncul dalam bentuk ingin mengetahui kehidupan rumah tangga sang mantan bersama pasangannya. Apakah ia bahagia bersama pasangannya? Seperti apakah sosok pasangannya? Seperti apa sosok sang mantan sekarang? Rasa penasaran ini mengusik sehingga ia mencoba mengintip kehidupan keluarga sang mantan melalui berbagai cara dan bantuan teknologi.
2. Sudah terlanjur memberikan banyak pengorbanan
Ketika di masa menjalin hubungan khusus telah terlanjur memberikan banyak pengorbanan --baik harta, jiwa, maupun cinta-- ini membentuk kenangan yang sulit dilupakan bersama sang mantan. Seorang perempuan yang rela melepaskan kehormatan dan kesucian dengan sang pacar di masa lalu, akan sangat sulit melepaskan ingatan dengan mantan. Seorang lelaki yang telah melakukan banyak pengorbanan demi kekasihnya, akan cenderung memiliki ikatan perasaan yang bertahan lama.
Apalagi ketika ternyata pasangan yang sekarang tidak tampak menunjukkan kesediaan berkurban. Ingatan kepada sang mantan akan semakin kuat. Berbagai ingatan masa lalu bersama sang mantan segera hadir satu per satu, sebagai bentuk pelarian dari rasa kekecewaan terhadap pasangan.
3. Ada kelebihan sang mantan yang tidak ada pada pasangan
Kadang orang suka membandingkan antara pasangan dengan sang mantan. Ketika ada kelebihan yang dimiliki mantan dan tak dimiliki pasangan, akan kembali memunculkan kekaguman terhadap sang mantan. Misalnya perhatian, romantisme, kelembutan sang mantan yang tidak didapatkan dari pasangan, akan segera memunculkan perbandingan dan ingatan terhadap sosok mantan.
Padahal semua orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia sempurna. Namun pada saat kondisi hubungan dengan pasangan demikian menyebalkan, berbagai kelebihan sang mantan seakan-akan menegaskan betapa ia memang istimewa.
4. Bertemu dengan mantan
Semua ingatan masa lalu bersama mantan bisa hadir hanya karena menyambung komunikasi atau bertemu kembali. Meski sekedar tidak sengaja ketemu di jalan, bertemu saat reuni, atau berteman di sosial media. Peristiwa pertemuan ini segera membuka kembali berbagai ingatan yang sudah ingin dikubur dalam-dalam. Apalagi ketika dari pertemuan itu berlanjut kepada komunikasi melalui teknologi komunikasi.
Bermula dari reuni, berlanjut kepada komunikasi. Sekedar say hello melalui WhatsApp, mencolek di fesbuk, mengirim emoticon melalui Line, mengirim foto melalui Instagram dan lain sebagainya, akan semakin menguatkan ingatan dan ikatan emosi terhadap sang mantan.
5. Belum menemukan kebahagiaan dengan pasangan
Ketika hubungan dengan pasangan belum segera menemukan kebahagiaan, akan memudahkan hadirnya ingatan terhadap mantan. Apalagi ketika dalam kehidupan berumah tangga, merasa disakiti oleh pasangan, perasaan sakit hati, merasa tidak dicintai, merasa tidak dimengerti, merasa tidak dipahami oleh pasangan, akan memudahkan munculnya sikap pelarian.
Suatu ketika dalam kehidupan berumah tangga terjadi pertengkaran, percekcokan, konflik atau ketidakharmonisan, kadang membuat seseorang ingin melarikan diri dari kondisi itu dengan mengenang masa-masa indah bersama mantan. Mencoba menengok kembali album memori lama, saat merasakan bahagia bersama mantan, sebagai bentuk pelarian dari ketidakbahagiaan bersama mantan.


ilustrasi : www.randymatheson.com
Langkah Move On
Jika beberapa sebab di atas terjadi, dan ingatan terhadap mantan sering hadir kembali, bagaimana cara untuk mengatasinya? Apa langkah yang tepat agar bisa segera move on? Berikut beberapa langkah untuk menghilangkan ingatan terhadap mantan.
1. Bersihkan jiwa dengan taubat
Ketika Anda dihantui oleh bayangan mantan, artinya jiwa Anda tengah terkotori oleh dosa. Bersihkan jiwa Anda dengan jalan taubat. Dosa dan kesalahan di masa lalu tidak untuk dikenang dan diabadikan, namun untuk dibersihkan dan dikuburkan dengan taubat. Hubungan yang pernah dijalin dengan mantan di masa lalu yang tidak dalam ikatan pernikahan, tentu menjadi sebuah endapan dosa yang mengotori jiwa. Ini harus dibersihkan dengan jalan pertaubatan yang benar.
Bukan hanya soal dosa di masa lalu bersama mantan, seseorang yang sudah berumah tangga masih terus mengingat mantan dengan penuh kegembiraan, ini pun sebentuk dosa baru di masa sekarang. Maka mohon ampunan kepada Allah, dan perbarui taubat itu setiap hari. Sampai bersih, tidak ada lagi kenangan dan ingatan bersama mantan. Jika ingatan bersama mantan masih selalu hadir, ini menandakan proses pertaubatan belum selesai.
Jika taubatnya benar, semua kenangan masa lalu itu sudah tidak akan muncul lagi. Sudah tidak akan diceritakan lagi kepada siapa pun, apalagi membanggakannya.
2. Kubur semua kenangan masa lalu
Kuburkan semua masa lalu bersama sang mantan dengan jalan membuang semua benda kenangan yang bisa mengingatkan kembali tentangnya. Kadang seseorang masih menyimpan berbagai benda, suvenir, atau foto, atau hal lain yang akan mudah mengingatkan tentang si mantan. Buang itu semua, dan jangan pernah menyimpan lagi kenangan bersamanya.
Ketika benda kenangan itu terlalu mewah untuk dibuang, bisa dijual untuk dibelikan yang baru, agar bisa membuang kenangan terhadap mantan dari benda itu. Misalnya pernah dibelikan rumah, mobil, motor, atau benda mahal lainnya. Sayang kalau dibuang. Namun akan selalu menghadirkan kenangan terhadap mantan jika terus digunakan. Jual saja, hasil penjualan bisa dibelikan kembali barang serupa.
3. Buang rasa penasaran
Saat ini dia bukan siapa-siapa bagi Anda. Tidak ada kepentingannya Anda mengintip kehidupan sang mantan. Apakah dia bahagia atau tidak, itu bukan urusan Anda. Hilangkan rasa penasaran terhadap sang mantan, karena hal itu yang membuat anda terus-menerus terobesi tentangnya. Jika ada banyak pertanyaan belum terjawabkan, biarkan waktu yang akan memberikan jawaban.
Apa pun alasannya, tidak ada perlunya Anda mengetahui kondisi sang mantan. Jangan pernah mengganggu dan mengusik kehidupannya. Mungkin saja ia akan terusik saat Anda memasuki kehidupannya, mungkin saja ia akan menangis sedih saat Anda menyapanya kembali, namun sekali lagi, itu bukan urusan Anda lagi. Tidak ada kepentingannya Anda memasuki kehidupannya saat ini. Buang jauh-jauh rasa penasaran yang mengajak Anda mengetahui kondisinya.
4. Buang persepsi "cinta tak mesti memiliki"
Kisah ‘kasih tak sampai’ sering menyisakan persepsi "cinta tak mesti memiliki". Kadang orang berpikir, ‘biarlah ia bahagia bersamanya’, atau ‘jika ia bahagia akupun akan bahagia’. Lebih parah lagi jika orang memiliki persepsi ‘cintaku hanya untuknya’, padahal ia sudah menikah dengan orang yang berbeda. Ini akan membuat suasana keterbelahan jiwa, memberikan tubuh dan pelayanan kepada pasangan, namun memberikan hati kepada sang mantan.
Buang persepsi ‘cinta tak mesti memiliki’, karena akan semakin menyakitkan bagi Anda. Itu hanya kisah drama, sinetron atau buku roman. Hiduplah di alam nyata. Saat ini ada keluarga yang Anda miliki dan harus Anda cintai. Jangan hidup di alam mimpi, segera bangunlah dan hadapi kenyataan.
5. Jangan pernah membandingkan
Pasangan Anda memiliki kelebihan dan kekurangan, sebagaimana juga diri Anda. Namun kekurangan pasangan tidak untuk dibandingkan dengan sang mantan, atau dengan siapa pun juga. Tidak ada orang yang senang dibandingkan, apalagi dibandingkan dengan orang yang pernah Anda berikan hati dan perasaan. Ini akan sangat menyakitkan bagi pasangan.
Jika mantan Anda punya kelebihan, sesungguhnya pasangan Anda juga memiliki kelebihan. Jika ada kehebatan dalam diri mantan, pun demikian pada diri pasangan. Tidak perlu membandingkan dan mencari-cari kelemahan pasangan. Semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada manusia sempurna.
6. Hindari interaksi dan komunikasi
Jangan melakukan interaksi dan komunikasi dalam bentuk apa pun dengan sang mantan. Walau hanya lewat teknologi komunikasi, itu bisa membuka celah untuk komunikasi yang lebih dalam dan intens. Anda tidak wajib datang reuni, dan tidak perlu merasa bersalah hanya karena tidak datang di acara reuni. Jika ternyata di acara reuni itu Anda akan ketemu mantan, lebih baik jika Anda sengaja menghindari.
Semua titik interaksi dan komunikasi hendaknya dengan sadar Anda jauhi. Apalagi sampai curhat kepada mantan, ini sangat berbahaya. Tidak boleh Anda lakukan, karena jika sampai ketahuan pasangan, akan meledak menjadi persoalan yang mengancam keutuhan keluarga Anda.
7. Temukan kebahagiaan bersama pasangan
Temukan kebahagiaan Anda bersama pasangan. Saat ada masalah dengan pasangan, hadapilah dan selesaikan dengan baik dan bijak. Jangan melarikan diri dari masalah. Mendekatlah terus kepada pasangan untuk menguatkan kebahagiaan bersamanya. Apalagi kalau sudah memiliki anak, harus semakin menguatkan hubungan dengan pasangan demi membesarkan dan mendidik anak-anak.
Ingat, pasangan adalah belahan jiwa Anda. Jangan mengkhianatinya. Pasangan adalah ‘milik’ Anda, sementara mantan sama sekali bukan hak Anda. Perkuat hubungan dengan pasangan yang sudah jelas-jelas menjadi ‘milik’ Anda, jangan sampai meninggalkan pasangan hanya karena mengejar seseorang yang sudah menjadi milik orang lain.
Demikianlah beberapa langkah agar Anda segera move on, segera menghadapi realitas kehidupan nyata yang memang harus anda jalani. Songsong masa depan keluarga Anda yang masih panjang membentang di hadapan.
sumber : http://www.kompasiana.com/pakcah/segera-move-on-tinggalkan-kenangan-terhadap-mantan_54f35162745513a42b6c6fe2

Waktu Terbaik “Bercinta” Menurut Islam dan Sains

0
Waktu Terbaik “Bercinta” Menurut Islam dan Sains
Salah satu hal penting dalam kehidupan suami istri adalah “bercinta”. Ia menjadi hak sekaligus kewajiban suami-istri untuk saling membahagiakan, sekaligus langkah ikhtiar menghadirkan generasi baru.
Lalu kapankah waktu (jam) terbaik “bercinta” dalam pandangan Islam dan medis? Berikut penjelasannya.

Waktu “bercinta” dalam pandangan Islam

Secara umum, jam berapapun suami-istri diperbolehkan Islam untuk “bercinta.” Namun, perlu diperhatikan agar tidak menabrak waktu shalat jama’ah sehingga suami ketinggalan shalat jama’ah. Selain itu, perlu diperhatikan juga waktu yang tidak kondusif semisal ada anak-anak yang tengah terjaga dan lain-lain.
Secara khusus, ada tiga waktu yang diisyaratkan dalam Al Qur’an; yakni sebelum Subuh, tengah hari dan setelah Isya’.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum baligh di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya. (Itulah) tiga ’aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain)…” (QS. An Nur : 58)
Ayat di atas memang tidak secara tegas menyebut waktu “bercinta” namun dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa para sahabat menyukai saat-saat tersebut untuk “bercinta.”
Diantara tiga waktu tersebut, mana yang terbaik? Yang paling sering dipilih adalah setelah Isya’.

Waktu “bercinta” dalam pandangan Sains

Pukul 06:00 – 08:00
Pada jam-jam ini, produksi hormon testosteron pada pria naik sehingga gairahnya juga tinggi. Namun, kadar melatonin pada wanita tinggi dan suhu tubuhnya rendah sehingga ia tidak terlalu suka “bercinta.”
Pukul 08:00 – 10:00
Pada jam-jam ini, hormon endorfin wanita mencapai level tertinggi dan membuatnya bergairah. Namun, hormon testosteron paa pria telah kembali ke normal. Jadi pada jam-jam ini, wanita siap “bercinta”, pria tidak begitu siap.
Pukul 10:00 – 14:00
Jam-jam ini adalah jam-jam sibuk dalam kehidupan modern, baik yang bekerja di luar rumah maupun wanita yang mengurusi pekerjaan rumah tangga.
Pukul 14:00 – 16:00
Jam-jam ini adalah saat terbaik sistem reproduksi wanita. Sperma yang diproduksi pria juga memiliki kualitas terbaik sekitar jam 4 sore ini. Dokter umumnya menyarankan memanfaatkan waktu ini untuk pasangan yang ingin cepat hamil. Namun bagi yang bekerja pada jam kerja normal, jam-jam ini termasuk jam-jam sibuk.
Pukul 16:00 – 20:00
Pada jam-jam ini tubuh pria maupun wanita cenderung ingin istirahat dari kesibukan dan kepenatan setelah seharian beraktifitas
Pukul 20:00 – 22:00
Pada jam-jam ini wanita sangat bergairah dan siap berhubungan. Pun, pria dalam kondisi santai. Jam-jam inilah waktu terbaik “bercinta”
Tengah malam – dini hari
Pada jam-jam ini tingkat melatonin wanita sangat rendah, dengan sensitifitas tinggi. Namun, umumnya wanita tidak bersemangat. Pria juga dalam kondisi tenang dan santai. Jadi tergantung kondisi keduanya apakah mau menyempatkan di waktu ini atau lebih memilih istirahat.

Sumber : http://www.muslimahcorner.com

BENAHI NIAT SEBELUM MENIKAH

0
BENAHI NIAT SEBELUM MENIKAH
Setiap pasangan dewasa pasti menginginkan sebuah hubungan yang jelas yaitu pernikahan. Tapi kebanyakan diantara mereka menginginkan memiliki calon yang kaya agar dapat kehormatan dari hartanya. Niat seperti itu sebaiknya diperbaiki, karena akan menyebabkan melemahnya keyakinan anda kepada Allah Ta’ala.
Karena niat tersebut dapat melalaikan kita dan melupakan dasar dari sesungguhnya Allah SWT lah yang Maha Kaya. Selain itu dengan buruknya niat kita untuk menikah akan membuat kita menjadi hina dan lemah, sebelum apa yang kita impikan tercapai.
Ada cerita suatu hari ada seorang laki-laki yang menjumpai Sufyan bin Uyainah yang mengatakan bahwa ia merasa hina dihadapan istrinya. Setelah beberapa lama Uyainah menundukan kepalanya dan kemudian menegakkan kepalanya dan berkata mungkin dulu engkau menikahinya karena berharap kehormatan darinya.
Lalu Ibnu Uyainah pun berkata “barangsiapa yang menikah hanya menginginkan kehormatan maka ia akan hina, barangsiapa yang menikah menginginkan kaya maka ia akan miskin. Tapi barangsiapa yang menikah karena agama maka Allah akan kumpulkan untuk dirinya harta dan kehormatan disamping agamanya”. Subhannallah sungguh Allah memang Maha Adil dan Maha Penyayang. Ia akan melengkapi keduanya jika yang utama adalah Agama.
Setiap kejadian dalam pernikahan memang sulit ditebak, kadang kala masalah tersebut sangat rumit. Namun penyelesaiannya sangat sederhana jika keduanya memiliki niat baik terhadap masalah yang ada.
Ada suatu kejadian seorang laki-laki yang mempunyai criteria seorang istri yang canti, putih, kaya dan Alhamdulillah jika cerdas, serta agama yang baik menjadi bonusnya. Dan selama bertahun- tahun ia mencari dan hanya menginginkan yang seperti itu. Namun suatu ketika ia mendapatkan criteria seperti yang di inginkan yaitu cantik, putih, kaya dan cerdas, ditambahlagi mertuanya yang sangat baik kepada laki-laki itu. Tapi ia tidak siap menerima bonus yang harus diterimanya, bahwa kenyataannya istrinya sakit jiwa.
Jadi wahai kalian yang ingin menikah benahi dulu niat kalian, karena jika niat yang buruk akan mendapatkan kekecewaan. Sementara niat agama yang sederhana akan mendapatkan yang tidak kita duga. Karena Agama yang baiklah yang akan membawa anda dan calon istri kedalam kebaikan yang senantiasa diridhai Allah.
Sumber: infonikah

5 mitos pernikahan ini (ternyata) belum tentu benar

0
5 mitos pernikahan
  • Istilah mitos sudah ada sejak zaman dahulu, dan diturunkan dari generasi ke generasi. Banyak mitos yang (percaya tidak percaya) benar adanya, tetapi banyak juga yang tidak terbukti benar. Salah satunya adalah mitos dalam pernikahan. Begitu banyak mitos pernikahan yang keliru yang dapat merusak rumah tangga karena salah persepsi. Karena itu, jangan sampai Anda ikut terjebak. Apa sajakah mitos pernikahan tersebut?
  • 1. Selingkuh penyebab utama perceraian

    Selingkuh adalah asumsi pertama ketika pasangan suami-istri bercerai. Padahal tidak selamanya selingkuh penyebabnya. Banyak penyebab lain yang membuat pernikahan berakhir, misalnya karena tidak ada komunikasi yang cocok, masalah ekonomi, dan masih banyak lagi. Yang terpenting ketika pernikahan Anda sedang dalam goncangan adalah berpikirlah positif dan sebisa mungkin pertahankan jika masih ada harapan. Jika Anda dan pasangan bisa berkomitmen dengan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan masalah sebesar apapun, pernikahan Anda pasti akan tetap terselamatkan.
  • 2. Istri seharusnya tidak bekerja

    Kebanyakan para orangtua mengingatkan putrinya untuk mencari suami yang mapan. Salah satu mitos pernikahan yang sering kita lihat adalah suami mencari nafkah dan istri hanya mengurus rumah dan keluarga. Padahal, tidak selamanya mesti begitu. Di zaman moderen ini, banyak juga wanita yang ikut bekerja mencari uang. Latar belakangnya pun beragam. Ada yang karena mencintai pekerjaannya atau karena ingin membantu suaminya. Baik menjadi pekerja atau pengusaha, wanita juga masih bisa mengurus keluarganya. Sudah banyak ibu hebat di zaman ini yang berhasil melakukan keduanya, seperti para artis atau pejabat wanita di Indonesia. Kuncinya hanyalah pintar membagi waktu dengan baik.
  • 3. Suami tidak pernah mau mendengarkan dan cuek

    Banyak wanita berpendapat bahwa kaum adam adalah mahluk yang sangat rumit untuk dipahami. Sehingga muncul mitos dalam pernikahan bahwa para suami dominan tidak mau mendengarkan bahkan sering terkesan cuek. Hal ini belum tentu benar. Bila pasangan tidak mendengarkan Anda, mungkin saja karena ada hal-hal tertentu yang menjadi pertimbangannya. Jangan terlalu sensitif, karena para suami biasanya selalu berpikir jauh dan berusaha mengambil keputusan matang. Jika suami Anda cuek, bukan berarti juga suami tidak peduli kepada Anda karena pria memiliki caranya sendiri untuk mengungkapkan perhatiannya kepada orang yang dicintainya.
  • 4. Wanita selalu ingin dimanja

    Mitos ini juga belum sepenuhnya benar. Pada umumnya, wanita memang mahluk yang lebih sensitif dibanding pria, sehingga kerap kali, pria tidak menyadari semua isi hati dan keinginan wanita. Inilah yang seriang menimbulkan kesalahpahaman dalam pernikahan. Padahal sesungguhnya, wanita tidak mesti selalu dimanja-manja, tetapi cukup diperhatikan dan dimengerti, untuk hal yang sepele sekalipun.
  • 5. Uang penyebab pertengkaran

    Memang uang itu penting untuk hidup sehingga biasanya uang menjadi hal yang sensitif, yang kadang dapat memicu perdebatan dalam pernikahan. Namun, jangan biarkan hal itu terjadi dalam pernikahan Anda. Berkomitmenlah dalam mengatur atau mengelola uang dalam keluarga. Jika perlu, buatlah aturan siapa yang mengelolahya, membuat rincian pengeluaran dan pemasukannya, dan rincian kebutuhan pokok keluarga. Semua itu demi menghidari terjadinya perdebatan dalam pernikahan yang dikarenakan uang.

Ciri-ciri hubungan pernikahan yang dewasa

0
  • Ciri-ciri hubungan pernikahan yang dewasa
    Menjadi tua itu pasti, tetapi menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Menjadi dewasa tidak hanya diukur dari seberapa orang itu dapat menjadi sukses dalam hidupnya, tetapi menjadi dewasa ternyata juga dapat terbuktikan dari cara bagaimana orang itu dapat dewasa dalam sebuah hubungan pernikahan. Ketika hendak menjalankan hubungan yang serius seperti pernikahan, seseorang dituntut untuk dapat bersikap dan memiliki pola pikir yang dewasa. Karena sebuah hubungan serius apalagi pernikahan, adalah sebuah keputusan yang melibatkan dua orang, bukan lagi sendiri, sehingga sikap ego yang ada harus dapat dikendalikan. Jadi, ketika salah satunya tidak dapat menahan ego tersebut, hubungan itu tentunya tidak akan berhasil. Dan ini adalah tanda bahwa Anda sebenarnya belum siap menjalani hubungan pernikahan yang dewasa. Jika Anda telah menikah, jangan biarkan sikap tidak dewasa Anda merusak pernikahan Anda. Untuk itu, perhatikan dengan baik ciri-ciri di bawah ini:
  • Saling menghargai

    Dalam pernikahan, tidak ada atasan atau bawahan. Anda dan pasangan adalah satu. Yang artinya, tidak ada lagi batasan di antara Anda berdua. Saling menghargai dalam sebuah pernikahan dapat mewujudkan pernikahan itu dewasa. Meskipun suami adalah kepala keluarga yang memimpin dan memenuhi kebutuhan keluarga dan istri adalah ibu rumah tangga yang mengurus kebutuhan keluarga, bukan berarti kepala keluarga adalah atasannya dan ibu adalah pekerjanya. Dalam pernikahan seorang suami dan istri dituntut untuk dapat melakukan peran masing-masing dengan seharusnya, namun tetap saling mendukung. Dengan begitu, rasa saling menghargai dapat semakin terasa di antara Anda berdua.
  • Jarang bertengkar

    Perdebatan atau pertengkaran akan selalu ada. Meskipun konflik selalu muncul, bukan berarti Anda berdua membiarkan atau menganggap itu adalah wajar. Sebaliknya, hindarilah konflik dalam pernikahan Anda. Misalnya dengan cara tidak melakukan hal-hal yang tidak disukai pasangan Anda, atau dengan cara mengomunikasikan segala hal dengan pasangan Anda. Jika nantinya dalam pernikahan Anda tetap timbul masalah, hadapi saja perdebatan itu secara dewasa. Jika Anda berdua berhasil melewatinya, itu artinya Anda berdua telah berhasil menaiki level yang selanjutnya dalam menghadapi pasang surutnya sebuah pernikahan. Ingatlah, perbedaan itu selalu ada, namun jadikanlah perbedaan itu sebagai warna warni dalam hubungan pernikahan Anda.
  • Saling percaya

    Ketika sebuah hubungan memiliki dasar saling percaya terhadap satu sama lain, secara otomatis mereka dapat dikatakan dewasa dalam menjalani pernikahan. Karena ketika seseorang memberikan kepercayaan penuh terhadap pasangannya, dan pasangannya pun selalu bertanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, ini dapat menjadikan pasangan suami istri lebih bijaksana dalam pernikahan mereka. Mereka akan melakukan yang terbaik, dari cara bersikap sebagai istri atau suami yang baik demi pasangan yang dicintainya. Saling mencintai tidak mesti selalu bersama-sama, namun saling percaya akan selalu menjadi fondasi penting dalam sebuah pernikahan.
  • Perhatian

    Selalu memberikan perhatian kepada pasangannya tanpa perlu diminta dan dipaksa adalah salah satu ciri seseorang dewasa dalam pernikahannya. Ketika memiliki sikap dewasa, tentunya Anda akan selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi orang-orang di sekitar Anda terutama pasangan yang Anda cintai. Dengan sendirinya, Anda tentu akan selalu bersemangat untuk melayani pasangan Anda dengan sepenuh hati. Selalu ada untuknya untuk memberikan perhatian, baik dengan tindakan atau kata-kata.
  • Romantis

    Romantis bukan berarti harus menjadi gombal. Tetapi romantis adalah sebuah tindakan yang dapat mengekspresikan cinta Anda terhadap pasangan. Tidak semua orang yang pintar menjadi romantis dapat dikatakan dewasa, tetapi hampir semua orang yang telah dewasa dalam hubungan dapat menjadi romantis. Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menjadi romantis. Contoh sederhananya, dengan sering mengucapkan kata sayang, memeluk pasangan Anda atau bahkan menciumnya dengan mesra.
    sumber : http://keluarga.com/pernikahan/ciri-ciri-hubungan-pernikahan-yang-dewasa

6 Cara untuk Memulai Pernikahan Anda dengan Langkah yang Tepat

0
  • Memulai Pernikahan Anda dengan Langkah yang Tepat
    Sekarang Anda sudah memakai cincin di jari Anda, dan Anda tiba-tiba dihadapkan dengan daftar hal-hal yang harus dilakukan untuk mempersiapkan hari pernikahan Anda. Di antara kesibukan perencanaan pernikahan, mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah hari pernikahan seringkali diabaikan, sementara gaun dan dekorasi menjadi prioritas utama. Meskipun merencanakan hari pernikahan Anda sangat penting, Anda tidak boleh gagal mempersiapkan transisi ke gaya hidup baru Anda setelah hari pernikahan. Ini mungkin tampak terlalu berat pada awalnya, tetapi mempersiapkan diri lebih awal untuk kehidupan bersama pasangan Anda setelah pernikahan dapat menolong Anda memulai pernikahan dengan langkah yang tepat.
  • Diskusikan harapan

    Sebelum Anda menikah, diskusikan dengan tunangan Anda apa harapan Anda masing-masing dalam berbagai kategori. Misalnya, siapa yang akan mengerjakan tugas rumah tangga? Apakah akan dibagi antara Anda berdua atau satu orang saja yang diharapkan untuk mengerjakan semua tugas rumah tangga? Mendiskusikan harapan seperti tugas rumah tangga dapat menolong Anda berdua mencapai kesepakatan mengenai berbagai isu. Membahas harapan akan menolong Anda berdua memiliki rencana tindakan untuk masa depan. Adalah lebih baik untuk membahas harapan sebelum pernikahan, daripada merasa terkejut setelah Anda mengatakan “Saya bersedia.”
  • Jangan berharap pasangan Anda untuk membaca pikiran Anda

    Ketika Anda bertunangan, dan kemudian menikah, sangatlah mudah untuk merasa bahwa Anda dan tunangan Anda mengenal satu sama lain dengan sangat baik. Meskipun Anda punya hubungan baik dan tahu banyak tentang satu sama lain, Anda tidak dapat mengharapkan tunangan Anda untuk selalu tahu apa yang Anda pikirkan atau apa yang Anda butuhkan. Ketika ada sesuatu dalam pikiran Anda, baik itu perasaan yang sedang Anda alami atau harapan untuk dilakukan pasangan Anda, tugas itu tidak akan tercapai atau perasaan Anda tidak akan ditangani dengan baik kecuali Anda membuka mulut Anda. Alangkah bagusnya jika pasangan Anda selalu tahu apa yang Anda butuhkan, tetapi itu bukanlah harapan yang realistis. Memahami konsep ini selama masa pertunangan akan mengurangi banyak tekanan yang Anda berdua tidak perlu alami di kemudian hari.
  • Mempraktekkan komunikasi yang sehat

    Komunikasi adalah kunci menuju hubungan yang kuat dan sehat. Jika Anda dan tunangan Anda dapat belajar untuk berkomunikasi secara terbuka dan menjadi pendengar yang aktif, maka banyak masalah yang timbul setelah Anda menikah tidak akan mengancam pernikahan Anda. Menyesuaikan diri dalam pernikahan bukanlah tugas mudah, tetapi jika Anda dan tunangan Anda dapat berbicara tentang transisi ini dan membahas perasaan Anda berdua mengenai berbagai penyesuaian yang diperlukan, maka Anda akan mampu melalui masa-masa sulit dengan lebih mudah. Mampu berbagi perasaan Anda secara terbuka tentang perubahan-perubahan yang sedang Anda alami dapat menghibur Anda, tetapi jangan lupa untuk berbicara tentang hal-hal positif yang sedang Anda alami. Mempersiapkan diri untuk hari pernikahan dan kehidupan setelah pernikahan dapat sangat menyibukkan Anda berdua, tetapi belajar untuk berkomunikasi dengan tunangan Anda dapat menolong memperkuat hubungan dan rasa percaya terhadap satu sama lain.
  • Tetapkan prioritas sosial Anda

    Sebelum hari pernikahan adalah waktu yang tepat untuk mulai menetapkan prioritas sosial Anda. Ketika Anda menikah, hendaknya tidak ada hubungan lain dalam kehidupan Anda yang lebih penting daripada hubungan antara Anda dan pasangan Anda. Namun, menikah bukan berarti Anda harus meninggalkan semua hubungan lainnya. Tidak apa-apa untuk sesekali jalan-jalan bersama teman-teman Anda, asalkan itu tidak menyita waktu bersama pasangan Anda.
  • Ciptakan waktu bebas gangguan setiap hari

    Di dunia yang serba sibuk ini, sangatlah sulit untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat Anda. Menyisihkan waktu khusus setiap hari untuk mematikan perangkat elektronik Anda agar Anda berdua dapat menghabiskan waktu bersama dapat menolong Anda dan pasangan Anda memperkuat hubungan Anda dan benar-benar belajar mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Misalnya dengan mematikan ponsel Anda selama waktu makan malam atau menetapkan waktu bebas peralatan teknologi dimana Anda mematikan semua perangkat elektronik setelah jam tertentu setiap malam. Menciptakan waktu bebas gangguan setiap hari dapat menolong Anda dan tunangan Anda berlatih keterampilan komunikasi dan mendengarkan yang baik.
  • Berlatih kesabaran

    Ketika Anda menikah, sangat mudah melihat kekurangan dalam diri pasangan Anda yang tidak dapat Anda lihat sebelumnya. Gambaran sempurna pasangan Anda tiba-tiba tidak terlihat sempurna seperti dulu. Meskipun Anda akan memperhatikan kekurangan dan kebiasaan buruk dalam diri pasangan Anda, adalah penting untuk menyadari bahwa Anda juga punya kekurangan dan kebiasaan buruk yang mungkin saja mengganggu pasangan Anda. Daripada bersikap rewel dan selalu membicarakan kekurangan pasangan Anda, berlatihlah kesabaran. Luangkan waktu untuk berfokus pada semua karakteristik positif pasangan Anda dan jangan terlalu terpaku pada kesalahan sepele yang dia lakukan. Jangan biarkan satu kebiasaan buruk membutakan mata Anda dari semua kebiasaan baik pasangan Anda.
    Menyesuaikan diri dalam pernikahan bukanlah pengalaman yang sempurna, tetapi meluangkan waktu untuk belajar menyesuaikan diri lebih awal akan menolong Anda merasa lebih siap menangani apa pun. Membuat transisi menuju pernikahan terkadang seperti menaiki rollercoaster, tetapi jika Anda tetap dekat dengan pasangan Anda dan terus-menerus memelihara hubungan Anda berdua, perjalanan ini akan terasa menyenangkan.
sumber : http://keluarga.com/6-cara-untuk-memulai-pernikahan-anda-dengan-langkah-yang-tepat

    Mengapa Wanita Mendambakan Menikah di Usia 24 atau 25 tahun?

    0
    Wanita Mendambakan Menikah di Usia 24 atau 25
    TRENDNEWS.co.id - Usia 24 atau 25 tahun merupakan usia yang di impikan banyak wanita untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Jadi wajar dan bukan sebuah keanehan bila semakin mendekati usia 25, wanita cenderung lebih sensitif dan insecure soal pernikahan. Mereka yang belum menikah jadi anti akan pertanyaan “kapan kawin?” yang bahkan menjadi momok dan pertanyaan paling dihindari.
    Apa sih menikah itu? Apakah menikah adalah sekedar prosesi resmi memasang cincin dan mengganti status di KTP? Apakah menikah itu sekedar melepas masa lajang dan mendapatkan predikat baru yang lebih terhormat ketimbang single (anyway, terhormat atau tidak itu tidak ditentukan oleh status sudah menikah atau belum).
    Sebenarnya, menikah jauh lebih rumit dan sakral daripada sekedar dianggap sudah laku atau berstatus istri orang. Menikah adalah sebuah tahapan di mana pasangan sadar bahwa hubungan asmaranya layak dan siap dibawa ke jenjang yang akan saling mengikat untuk selamanya.
    Tetapi, sebenarnya mengapa sih wanita itu ngebet menikah di usia 25 tahun. Nah, sekali lagi berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan, inilah alasan-alasannya:
    1. Terhindar dari gosip
    terhindar dari gossip yang bikin telinga panas
    Nah, alasan ini memang menjadi sangat penting karena perkembangan zaman yang sudah terlalu terinfiltrasi oleh budaya asing. Perilaku sering berduaan ke mana-mana dan berdekataan dengan mesra, kalau sudah menikah kan jadinya tidak terlalu khawatir menjadi bahan pergunjingan. Apalagi saat ini banyak orang makin hobby saja menjadikan topik hubungan orang lain sebagai bahan gosip.
    2. Kabarnya, menikah di usia 25 itu menyenangkan
    kita akan memiliki lebih banyak waktu dengan teman dan keluarga
    kita akan memiliki lebih banyak waktu dengan teman dan keluarga
    Opini semacam ini telah menggema lama dan meluas di kalangan wanita bahwa menikah di usia 25 tahun itu kabarnya menyenangkan. Karena, mereka jadi masih punya kesempatan hangout dengan teman dan menikmati pernikahan muda yang masih bisa having fun.
    3. Punya banyak waktu untuk membuat planning
    punya lebih banyak waktu untuk menyusun rencana
    Keinginan menunda atau tak harus tergesa-gesa memiliki anak, membuat wanita menyukai usia pernikahan 25 ini. Mereka dapat membuat sebuah planning panjang, hendak melakukan apa dulu setelah menikah. Biasanya sih, wanita banyak memanfaatkan untuk menentukan kapan punya momongan dan jarak antara anak satu dan lainnya.
    Apakah mereka yang menikah usia lebih dari 25 tahun tidak bisa memplanning anak? Bisa sih, tetapi mereka yang menikah di usia 25 tahun punya kesempatan lebih banyak membuat beraneka ragam planning.
    4. Punya banyak waktu dengan suami
    lebih banyak waktu berkualitas dengan suami yang akan dimiliki
    Karena tak terburu-buru memiliki momongan, pasangan yang menikah muda dapat menikmati waktu yang lebih dengan suami. Umumnya banyak pasangan menikah muda yang pergi travelling dan menikmati banyak kegiatan yang ingin dilakukan berdua.
    5. Berada dalam usia aktif
    kamu sedang berada di usia yang sangat produktif
    Usia 25 tahun adalah usia aktif seorang wanita, sehingga ia mampu saja menghadapi problema dari berbagai sisi. Di sini, wanita juga dapat menunjukkan kepiawaian serta kehebatan atas kemampuan yang dimilikinya. Wanita di usia 25 tahun juga cenderung masih punya semangat yang tinggi untuk melakukan banyak hal dalam pernikahannya.
    6. Punya kesempatan menabung
    kemampuan finansial yang lebih tertata
    Karena usia masih muda, bolehlah bekerja keras dulu dan menabung sebelum memiliki momongan. Dengan demikian, penghasilan keduanya bisa disatukan untuk memiliki dan membeli aset-aset sebagai modal saat dikaruniai momongan nanti. Semisal membeli rumah, membeli mobil, dan lain sebagainya.
    7. Agar punya waktu lebih lama dengan anak
    menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak
    Mereka yang memutuskan segera punya momongan akan memiliki waktu yang lebih banyak dan lama dengan anak. Dapat mengamati pertumbuhan mereka dengan seksama, serta merencanakan masa depan anak dengan lebih detail. Saat bepergianpun jadi lebih enak, karena punya banyak pengalaman seru yang diisi dengan keceriaan anak-anak.
    Well, jadi begitulah mengapa wanita ingin menikah di usia 25 tahun. Bagaimana dengan Anda sendiri, ingin menikah di usia berapa?

    Mengenal Tradisi Malam Satu Suro Ditanah Jawa-Ragam Budaya Indonesia

    0
    Malam 1 Suro
    [Gb : http://www.rmol.co]
    Kedatangan tahun baru biasanya ditandai dengan berbagai kemeriahan, seperti pesta kembang api, keramaian tiupan terompet, maupun berbagai arak-arakan di malam pergantian tahun.
    Lain halnya dengan pergantian tahun baru Jawa yang jatuh tiap malam 1 Suro (1 Muharram) yang tidak disambut dengan kemeriahan, namun dengan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri.
    Saat malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa).
    Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakaral seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam keramat.
    Ritual 1 Suro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645 Masehi).
    Saat itu masyarakat Jawa masih mengikuti sistem penanggalan Tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Sementara itu umat Islam pada masa Sultan Agung menggunakan sistem kalender Hijriah.
    Sebagai upaya memperluas ajaran Islam di tanah Jawa, kemudian Sultan Agung memadukan antara tradisi Jawa dan Islam dengan menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa.
    Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa juga dianggap sebagai bulan yang sakral atau suci, bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa.
    Cara yang biasa digunakan masyarakat Jawa untuk berinstrospeksi adalah dengan lelaku, yaitu mengendalikan hawa nafsu.
    Lelaku malam 1 Suro, tepat pada pukul 24.00 saat pergantian tahun Jawa, diadakan secara serempak di Kraton Ngayogyakarta dan Surakarta Hadiningrat sebagai pusat kebudayaan Jawa.
    Di Kraton Surakarta Hadiningrat kirab malam 1 Suro dipimpin oleh Kebo Bule Kyai Slamet sebagai Cucuking Lampah.
    Kebo Bule merupakan hewan kesayangan Susuhunan yang dianggap keramat. Di belakang Kebo Bule barisan berikutnya adalah para putra Sentana Dalem (kerabat keraton) yang membawa pusaka, kemudian diikuti masyarakat Solo dan sekitarnya seperti Karanganyar, Boyolali, Sragen dan Wonogiri.
    Sementara itu di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat memperingati Malam 1 Suro dengan cara mengarak benda pusaka mengelilingi benteng kraton yang diikuti oleh ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya.
    Selama melakukan ritual mubeng beteng tidak diperkenankan untuk berbicara seperti halnya orang sedang bertapa. Inilah yang dikenal dengan istilah tapa mbisu mubeng beteng.
    Selain di Kraton, ritual 1 Suro juga diadakan oleh kelompok-kelompok penganut aliran kepercayaan Kejawen yang masih banyak dijumpai di pedesaan. Mereka menyambut datangnya tahun baru Jawa dengan tirakatan atau selamatan.
    Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan.
    Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan.
    Karenanya dapat dipahami jika kemudian masyarakat Jawa pantang melakukan hajatan pernikahan selama bulan Suro.
    Pesta pernikahan yang biasanya berlangsung dengan penuh gemerlap dianggap tidak selaras dengan lelaku yang harus dijalani selama bulan Suro.
    Terlepas dari mitos yang beredar dalam masyarakat Jawa berkaitan dengan bulan Suro, namun harus diakui bersama bahwa introspeksi menjelang pergantian tahun memang diperlukan agar lebih mawas diri.
    Dan bukankah introspeksi tak cukup dilakukan semalam saat pergantian tahun saja? Makin panjang waktu yang digunakan untuk introspeksi, niscaya makin bijak kita menyikapi hidup ini. Inilah esensi lelaku yang diyakini masyakarat Jawa sepanjang bulan Suro.
    Sumber: http://forumbebas.com